dunno wat 2 du, dunno wat 2 sey

Jakarta, kota yang menyandang
predikat metropolitan. Dengan luas wilayah 740,28 km2 , jumlah penduduk 8.792.000 (2004) atau 16.667
orang/km2 . Dari data diatas kota ini memiliki bejibun tugas yang harus diselesaikan. Pengangguran, kriminalitas  dan berbagai problematika sebuah kota metropolitan. Yang seharusnya tugas ini adalah tanggung jawab bersama, seluruh warga Ibukota.

Jakarta mendidik kita sebagai pelahap maut, disana kita diajarkan untuk menempuh segala macam cara agar mencapai tujuan. Disana kita di ajarkan betapa kerasnya hidup ini. Disana sudah hilang norma2 yang lama di junjung tinggi negeri ini. Seharusnya musibah2 yang sudah dialami di Jakarta seperti banjir, dapat memberikan pelajaran bagi kita semua agar kembali kepada fitrah manusia.

Apakah masih kurang
teguran-teguran yang telah diperlihatkan-Nya? Apakah kita masih tidak yakin
dengan eksistensi-Nya? Apakah kita lupa akan siapa diri kita sebenarnya? Dia
yang telah menciptakan manusia dari zat yang hina, namun sekarang kita telah
menjadi seorang pembangkang yang nyata. Manusia yang telah merusak “rumahnya
sendiri”, dan sekarang tanda-tanda kerusakan itu mulai nyata.

Manusia, memiliki perkembangan
kebudayaan yang cepat. Banyak yang mengatakan bahwa kita sekarang ini adalah manusia modern. Manusia
yang sangat tergantung pada sesuatu. Sebut saja itu kebutuhan akan energi.
Bayangkan dalam tiga hari saja, listrik mati. Apa yang dapat kita perbuat? Rasa
bosan pasti menghinggap, terutama bagi orang-orang yang sangat membutuhkan
pasokan listrik. Apa ini maksud dari kata-kata “manusia modern”?

 

Atau manusia modern itu adalah
manusia yang diperbudak oleh uang? “ujung-ujungnya duit”. Apakah kata-kata itu
masih berlaku pada kita? Apakah sudah hilang ilmu ikhlas itu? Pada awalnya uang
itu diciptakan untuk memudahkan dalam bertransaksi. Lalu berarti kita
diperbudak oleh sesuatu yang telah dibuat manusia. Sungguh aneh memang fenomena
ini.

Mungkin hari ini “tetangga” kita
yang tertimpa musibah, tapi besok siapa yang tahu, “rumah” kita gilirannya..

3 Responses to “dunno wat 2 du, dunno wat 2 sey”

  1. Jason Says:

    mahasiswa itu “agent of change” Nda…
    Karenanya kita yg harus memulai perubahan ke arah yg lebih baik…Simple aj semuanya dimulai dari diri kita sendiri…

  2. - pRaZ - Says:

    wew… tumben berat postingan lo.. hehehe…

    Jakarta kota keras bung.


    muak dengan kehidupan jakarta? ingin kehidupan yang lebih baik? hubungi saya! hahahaha…
    kayak iklan aja.. :))

  3. inDieSh Says:

    just like the title,,

    dunNo what 2 du,,,duNno what 2 say..

Leave a Reply